Jumat, 25 Januari 2019

Kesuksesan Seseorang Terletak pada Visinya

Di sebuah proyek perumahan seorang mandor sedang memeriksa tiga orang tukang bangunan. Tukang yang pertama ditanya oleh sang mandor, ”Pak, sekarang bapak mengerjakan apa?” Tukang tersebut menjawab singkat, “Saya sedang menyusun batu bata, pak.” Demikian penjelasan tukang pertama, persis seperti apa yang memang sedang ia kerjakan yaitu menyusun batu bata.
Kemudian sang mandor kemudian beralih ke tukang yang kedua dan mengajukan pertanyaan yang sama, “Pak, apa yang sedang bapak kerjakan?”. Kali ini jawaban sang tukang sedikit berbeda, “Saya sedang membangun sebuah tembok, pak.” Bahkan tukang yang kedua bisa menjelaskan panjang dan tinggi tembok tersebut serta di mana ia mulai dan kapan ia selesai membangunnya.
Terakhir, sang mandor menghampiri tukang yang ketiga dan kembali bertanya, “Pak, apa yang sedang bapak kerjakan?” Maka tukang yang ketiga pun menjawab, “Saya sedang membangun sebuah rumah yang sangat indah, pak.” Selain itu, tukang yang ketiga ini pun bisa menjelaskan bentuk, ukuran dan warna rumah tersebut beserta bahan-bahan yang digunakan dalam membangun rumah tersebut. Lebih dari itu, tukang ketiga ini pun mampu mengilustrasikan aktivitas-aktivitas yang bakal terjadi di rumah tersebut. “Pokoknya, rumah ini nantinya sangat bagus dan istimewa kalau sudah jadi, pak.”
Dari ketiga tukang tersebut bisa dibedakan cara mereka mengerjakan, rencana kedepannya. Itulah yang disebut VISI.
Tukang yang pertama tidak memiliki visi. Baginya yang penting adalah mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya yaitu menyusun batu-bata.
Tukang yang kedua sudah memiliki visi namun visi yang dimilikinya masih sebatas membangun tembok.
Sebaliknya, Tukang yang ketiga memiliki visi yang sangat jelas mengenai seperti apa rumah yang sedang dibangunnya itu. Bukan hanya itu, tukang yang ketiga ini pun menyadari sepenuhnya bahwa dirinya merupakan bagian dari visi tersebut.
Nah sobat, seseorang bisa meraih kesuksesan dalam setiap usaha karena punya VISI yang kuat. Dengan visi, kita melakukan rencana, langkah apa yang akan dikerjakan dan target yang akan diraih. Itupun dilakukan dengan motivasi tinggi dan perasaan nyaman. Bukan begitu sob? Selamat & sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Sarung Lusuh sebagai Barang Kenangan

Dikisahkan seorang ayah yang sedang sakit parah. Beliau merasa ajalnya sudah dekat, dengan tawakal beliau selalu berdoa. Menjelang ajal...