Tampilkan postingan dengan label IKHTIAR DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IKHTIAR DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2013

HIDUP TANPA BEBAN

JALANI HIDUP INI APA ADANYA IBARAT SEPERTI AIR MENGALIR, AGAR HIDUP TIDAK JADI BEBAN!!!!

Assalamu'alaikum Warohmatullohi wabarokaatuhu.. Apa kabar sobat??

Mungkin kalimat diatas seakan pas untuk menggambarkan implementasi kepatuhan hamba kepada Rabb-nya. Menurut sobat gmn???
Ini menurut aq looo...bahwa setiap aktivitas yang kita jalani baik sebagai khalifah di dunia maupun sebagai hamba dilandasi dengan perasaan IKHLAS.... Trus yang dimaksud ikhlas itu seperti apa yaaa...apa kita pasrah ato dalam bahasa Jawa "nedho nrimo" ???...

Nah penjabaran ikhlas itu (menurut aq lagi looo..) adalah bentuk ikhtiar seseorang yang dilakukan secara istiqomah... apa ya maksudnya??... dah pokoknya usaha yang dilakukan secara terus-menerus, telaten, uthun (bhs Jawa), sabar, dan bersungguh-sungguh titik.. INGAT!!! urusah hasil kita serahkan Alloh.

Mungkin sobat bertanya-tanya.... lha kalo kita dah berusaha sekuat tenaga trus hasilnya menggembirakan... lumrah kan??? tapi kita dah brusaha banting tulang, banting piring, banting meja..xii.. tangan jadi kaki, kepala jadi bokong, kaki jadi apa ya.. ya tetap jadi kaki lah.. dan ternyata hasilnya nihil alias bokek alias kosong alias gagal... hayo gmn??? pasti mumet, pusing, senep, nggrundel, ngedumel, ndamprat, ngomel, sumpah serapah, ..dah pokok yg jelek2 keluar smua...kalo aq nggak lah...xii..

Nah disinilah letaknya IKHLAS... segala sesuatu telah kita usahakan bersungguh-sungguh, masalah hasil kita berserah diri pada Yang Memberi Hasil. Kalopun sekarang belum berhasil mungkin masih tertunda, dan kita wajib yakin bahwa Alloh Maha Tahu kemampuan dan kebutuhan hambanya...ini teorinya loo..kalo gk stuju beri alasan dan jawab sendiri dlm hati..xii..xii..

Mungkin dari uraian diatas, sobat tahu gambarannya bahwa hidup itu WAJIB dijalani karena kita dah TELANJUR hidup..xii..btul kan.. Sapa yg gk stuju??/// ayo unjuk jari.. mending bunuh diri aja..he..he.. Kita berusaha melaksanakan kewajiban2 yang disyariatkan dengan tulus, optimis, khusnuzon. Kalo jadi petani jadilah petani yang baik, kalo jadi pengusaha jadilah pengusah yang baik, kalo jadi pengemis... nggak ah.. mending ngikut Ahmad Fathonah..ha..ha..ha..

Disinilah letaknya hidup yang kita jalani TANPA BEBAN sobat.. Hal ini karena kita diciptakan oleh Alloh berdasar maqam masing-masing. Penjual sayur jangan ngiri pada dokter, tekuni aja biar dapat untung gedhe. dokter jangan ngiri pada anggota parlemen, tekuni sebagai ibadah soalnya di parlemen banyak dosa..hikk. Presiden laksanakan amanah sebaik-baiknya jangan ngiri pada saya....hahhhh.. soalnya gk bisa cangkrukan di warkop..xii..xii..

Intinya kita jalani hidup ini sesuai maqam masing-masing, jika Alloh menghendaki kita pindah itu urusan lain titik... Dan yang terpenting jalani hidup ini dengan sunggug-sungguh untuk mendapat ridho-Nya.

Begitulah sekelumit pemikiran filsafat hidup (menurut aq looo...). Maaf kalo aq gk mencantumkan dalil2 yang sesuai baik dari Al-Qur'an maupun Hadist, karena memang masih aq cari..xii..xii.. dan tulisan ini banyak sekali kekurangannya, saran dan masukan sangat aq harapkan..

Makasih dah mampir kesini sobat.. eeiiitt jgn lupa like n komen nya yaa.. biar aq tambah semangat..
Wassalam


Cerita Sarung Lusuh sebagai Barang Kenangan

Dikisahkan seorang ayah yang sedang sakit parah. Beliau merasa ajalnya sudah dekat, dengan tawakal beliau selalu berdoa. Menjelang ajal...